sudah lama tidak menulis, hari ini buka blogger melihat komentar minta lanjutannya jadi ingin menulis lagi, sebelumnya untuk yang pertama kali buka ini mungkin tidak paham dengan alur cerita ini, dimohon baca postingan sebelumnya klik disini kisah perjalanan menggapai polri.
lanjut ya... ini part 3-nya
terakhir cerita saya sampai di Poltabes denpasar, masih duduk-duduk didepan poltabes karena bingung mau kemana setelah tes parade ini selesai, saya duduk menyaksikan para casis berpakaian serba putih dengan nomor casis di dada yang pulang mengendarai kendaraannya masing masing,...
dibenak saya, saya harus bagaimana sekarang, kalau pulang, bagaiamana caranya berangkat lagi untuk tes kesamaptaan jasmani besok. kalo tidak pulang, saya harus kemana? tidur dimana? sambil melamun,, tiba-tiba ada motor yang berhenti didepan saya, saya perhatikan sepertinya saya kenal, begitu dia menyapa saya, yaa... saya tau, dia adalah teman seperguruan saya di latihan pencak silat, senang sekali rasanya bertemu teman seperti bertemu saudara, dia menanyakan tinggal dimana, pas sekali saya sampaikan saya tidak tau mau kemana, dia juga ragu mau mengajak saya karena dia juga tinggal sama orang, bukan rumahnya, sampai2 dia bertanya apakah mau ikut dia, tapi dia tidak janji bisa berikan tempat tinggal. saya iyakan, yang penting ada yang saya kenal saya siap ikut. akhirnya saya ikut dia.
akhirnya saya sampailah ditempatnya, seperti rumah susun bertingkat, dan diawahnya adalah tempat parkir, saya tidak paham itu rumah siapa, namun perkiraan saya adalah rumah pak polisi. saya tidak bertemu pemilik rumah saya hanya diluar rumahnya mendengar perbincangan didalam ruangan, sepertinya teman saya didalam sedang belajar cara menghadapi tes psikologi, saya tertarik dan mengambil kertas untuk mencatat apa yang saya dengar,, saya mendengar kita akan menggambar orang rumah pohon, saya juga mendengar kita akan menghitung hitungan koran dan lain lain, sampai larut malam saya mulai mengantuk.
saya turun ke parkiran mencari tempat yang bisa untuk meluruskan badan, saya menemukan bangku panjang yang bisa saya gunakan tempat tidur, memang agak gelap tapi, perasaan saya senang karena ada tempat tidur, saya langsung saja berbaring disana, tidak lama setelah berbaring kisah horor dimulai,,,
mata berat mulai terlelap tapi belum bermimpi, angin malam dingin terasa di badan, gigitan nyamuk tidak terlalu mengganggu karena sudah lelah,, ada rasa takut tidur ditempat terbuka dan di daerah asing yang beru pertama kali saya datangi, akhirnya saya terlelap sejenak.. dan... saya tersadar dari lelap tapi masih berbaring dan mana tertutup,, terdengar suara langkah kaki yang diseret.. saya mendengarnya dengan jelas,, tapi saya tidak berani melihat, saya teringat kejadian yang sama saat tidur didepan poltabes, saya bertanya ini apalagi ya tuhan..., saya coba menenangkan diri, pura-pura tidak terjadi apa2,,, tapi,, makin lama suara seretan kaki itu semakin keras terdengar, semakin saya sadar arah suara itu menuju tempat tidur saya... waduh,,, bagaimana ini,,, apa ini yang mendekat,,, saya tidak tau sudah jam berapa itu kejadian, saya tidak memiliki jam tangan, apalagi handphone. saya tidak tau yang datang ini manusia apa hantu?.... karena sudah tidak bisa dihindarkan suara kaki diseret itu saya rasa sudah di didepan saya,, dan saya coba beranikan diri membuka mata,, dannnn,,,,, saya kaget didepan saya, tepat depat saya, gelap karena membelakangi cahaya, seorang nenek memandang saya, beliau bertanya "kenapa disini gus?" sambil terbata saya menjawab "iya nek diatas sudah penuh saya tidur disini saja nek" beliau menawarkan untuk tidur dirumahnya, tapi saya agak takut jadi saya katakan "terimakasih nek, saya tidur disini saja" nenek itu tersenyum dan memberikan sebuah jaket dan berkata "pakai ini jaket supaya tidak dingin, besok taruh saja disini nenek tinggal diatas" ucapnya sambil pergi berlalu. saya sangat senang sekali, tidur menggunakan jaket membuat saya lebih nyaman dari sebelumnya, dan saya terlelap dan bangun tiba-tiba sudah terdengar adzan subuh,, saya naik keatas membangunkan teman saya untuk pergi ke lapangan untuk mengikuti ujian kesamaptaan jasamani.
akhinya kami menuju kelapangan dan hampir terlambat, ternyata sudah banyak casis dilapangan, kami berlari sekuat tenaga, saya sudah lupa persis berapa putaran saya lari, saya juga tidak tahu berapa hasil kesamaptaan saya, waktu itu saya tidak paham apa2, yang saya tahu lari terus sampai waktu habis. setelah semua ujian kesamaptaan selesai, saya lega karena satu tahapan sudah terlewatkan,, saya juga senang kini saya memiliki teman seperjuangan, teman saya ini mungkin kasihan dengan saya yang tidur diparkiran kemudian mengajak saya tidur dirumah saudaranya, yah saya senang sekali. teman saya ini sungguh baik hati. kemudian ujian selanjutnya nanti ya saya tulis lagi sambungannya...